Dunia hukum kerap dicap sebagai labirin rumit yang hanya bisa dimasuki oleh mereka yang menyandang gelar Advokat, Jaksa, ataupun Hakim. Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena masih ada penegak hukum lain yaitu Paralegal.
Meskipun hanya memiliki wewenang dalam pendampingan di luar Persidangan, hadirnya Paralegal memecah stigma tersebut dengan menjadi jembatan antara masyarakat awam dan sistem peradilan yang kompleks.
Untuk dapat menjadi Paralegal sendiri Anda diwajibkan mengikuti pelatihan Paralegal. Dimana pelatihan ini umumnya diselenggarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum terverifikasi Kementerian Hukum. Untuk lebih detail, dalam artikel ini kita akan membahas terkait apa itu Pelatihan Paralegal dan mengapa seseorang perlu mengikuti Pelatihan Paralegal?
Pengertian Pelatihan Paralegal
Pelatihan Paralegal adalah sebuah program pendidikan sistematis yang dirancang untuk membekali individu dengan pengetahuan hukum praktis dan keterampilan teknis dasar. Peserta yang ikut adalah mereka yang berdedikasi untuk membantu sesama dalam mencari keadilan.
Secara substansi, pelatihan ini mencakup pemahaman Hak Asasi Manusia, prosedur hukum pidana dan perdata, hingga teknik advokasi lapangan. Fokus utamanya bukan mencetak pengacara, melainkan penggerak komunitas yang mampu memberikan bantuan hukum awal yang tepat sasaran.
Kurikulum yang diajarkan biasanya mencakup cara menyusun kronologi peristiwa, melakukan mediasi sengketa di tingkat desa, hingga mendampingi korban kekerasan dalam proses pelaporan. Hal ini menjadikan Paralegal sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan hukum di tingkat akar rumput.
Syarat Menjadi Paralegal
Menjadi Paralegal tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, karena terdapat regulasi yang mengatur hal tersebut. Paralegal sendiri diatur dalam Permenkumham No. 3 Tahun 2021 tentang Paralegal dalam Pemberian Bantuan Hukum.
Pasal 4 Permenkumham No. 3 Tahun 2021 secara jelas menyebutkan syarat-syarat untuk seseorang dapat direkrut sebagai Paralegal, sebagai berikut:
- Warga Negara Indonesia;
- Berusia paling rendah 18 (delapan belas) tahun;
- Memiliki kemampuan membaca dan menulis;
- Bukan anggota Tentara nasional Indonesia, Polisi Republik Indonesia, atau Aparatur Sipil Negara;
- Memenuhi syarat lain yang ditentukan oleh Pemberi Bantuan Hukum dan tidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan.
Hal yang menarik dalam Pasal tersebut adalah latar belakang pendidikan hukum bukan syarat mutlak. Artinya siapapun dapat menjadi Paralegal. Yang terpenting adalah komitmen dan pemahaman hukum dasar dan memenuhi ketentuan dalam Peraturan Perundang-Undangan tersebut.
Selain ketentuan-ketentuan tersebut, pada Pasal 5 Permenkumham No. 3 Tahun 2021 juga menyebutkan bahwa Paralegal wajib mengikuti Pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemberi Bantuan hukum.
Alasan Perlunya Mengikuti Pelatihan Paralegal
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai urgensi mengikuti pelatihan Paralegal bagi masyarakat umum ataupun aktivis organisasi masyarakat sipil. Alasan utamanya terletak pada pemberdayaan diri agar tidak mudah dieksploitasi oleh pihak yang menyalahgunakan kekuasaan atau ketidaktahuan hukum.
Untuk lebih detail, berikut ini adalah poin-poin utama mengenai urgensi dan manfaat mengikuti pelatihan Paralegal:
- Memperoleh Legitimasi Hukum yang Resmi
Pelatihan ini memberikan pengakuan formal bagi Anda untuk memberikan bantuan hukum secara sah sesuai dengan Undang-Undang Bantuan Hukum yang berlaku. Dengan sertifikasi yang jelas, memastikan bahwa tindakan pendampingan yang Anda lakukan tidak dianggap sebagai praktik ilegal atau melanggar kode etik profesi hukum.
- Meningkatkan Kemampuan Advokasi dan Mediasi
Anda akan dibekali keterampilan teknis untuk melakukan mediasi sengketa di tingkat akar rumput tanpa harus selalu menempuh jalur pengadilan yang mahal.
- Memperluas Akses Keadilan bagi Masyarakat Kelas Bawah
Menjadi Paralegal berarti mengisi kekosongan peran advokat yang jumlahnya masih sangat terbatas dan tidak merata penyebarannya hingga ke pelosok daerah. Anda berperan sebagai jembatan informasi yang membantu warga kurang mampu untuk memahami hak-hak dasar mereka di mata hukum.
- Pemberdayaan Diri dan Literasi Hukum
Pelatihan ini mengasah cara berpikir kritis dan sistematis dalam menganalisis setiap permasalahan dari sudut pandang regulasi dan fakta yang objektif. Anda menjadi agen literasi yang mampu menangkal penyebaran hoaks hukum atau informasi menyesatkan yang sering kali merugikan masyarakat awam. Penguasaan ilmu hukum praktis ini juga melindungi diri Anda sendiri dan keluarga dari potensi kejahatan, penipuan, ataupun penyalahgunaan kekuasaan oleh pihak lain.
- Membangun Jaringan Profesional yang Luas
Melalui program ini, Anda akan terhubung dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), organisasi masyarakat sipil, serta para praktisi hukum senior lainnya. Jaringan ini sangat bermanfaat untuk melakukan konsultasi kasus-kasus kompleks yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dari pengacara atau ahli hukum tertentu.
Kesimpulannya, pelatihan Paralegal adalah langkah awal yang bagi siapa saja yang ingin berkontribusi lebih dalampenegakan hukum di Indonesia dan bagi mereka yang ingin memiliki pemahaman hukum lebih.
Daftar Pelatihan Paralegal Online. Pembayaran bisa dicicil. atau hubungi CS WA kami klik Hubungi CS WA
