Blog > Paralegal

Mengenal Batasan, Perlindungan, Hak dan Kewajiban Seorang Paralegal

Apakah Anda pernah berpikir bahwa Advokat adalah satu-satunya profesi yang dapat memasuki dinamika hukum? Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah tidak.  Masih terdapat profesi yang memiliki peran vital yaitu Paralegal.

Paralegal dapat dikatakan adalah  jembatan penghubung bagi masyarakat untuk mendapatkan akses keadilan, khususnya masyarakat kelas bawah. Namun demikian, Paralegal memiliki batasan-batasan tertentu dalam menjalankan tugasnya sebagai jembatan penghubung tersebut.

Memahami wewenang Paralegal dapat membantu Anda dalam mengakses keadilan. Dalam artikel ini kita akan membahas terkait dinamika profesi Paralegal mulai dari batasan kewenangan hingga kewajiban seorang Paralegal dalam menjalankan tugasnya.

Batasan Wewenang Seorang Paralegal

Perlu dipahami bahwa Paralegal bukanlah seorang Advokat. Meskipun keduanya sama-sama memiliki pemahaman tentang hukum, status dan wewenang keduanya berbeda berdasarkan Undang-undang.

Secara operasional Paralegal tidak memiliki wewenang untuk memberikan jasa hukum dalam persidangan atau litigasi secara mandiri. Paralegal tidak berwenang mendampingi klien berupa memberikan pembelaan atau sejenisnya di hadapan Majelis Hakim.

Tugas utama Paralegal adalah memberikan bantuan hukum non-litigasi atau di luar persidangan seperti penyuluhan hukum, konsultasi awal hingga pendampingan di luar persidangan. Apabila seorang Paralegal melampaui batasan tersebut, maka Paralegal dianggap melanggar kode etik bahkan dapat menimbulkan konsekuensi pidana.

Perlindungan Hukum Seorang Paralegal

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan adalah, apakah paralegal memiliki hak imunitas seperti Advokat dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik? Jawabannya adalah Paralegal tidak memiliki hak imunitas seperti Advokat.

Meskipun tidak memiliki hak imunitas, Paralegal yang terdaftar pada Organisasi  Bantuan Hukum terakreditasi oleh Kementerian Hukum dan menjalankan tugasnya sesuai koridor hukum dan kode etik, mereka tetap mendapat perlindungan hukum. Namun perlindungan tersebut tidak absolut seperti hak imunitas Advokat.

Apabila seorang paralegal melakukan tindakan di luar prosedur operasional standar (SOP) atau melanggar hukum, mereka tetap dapat dimintai pertanggungjawaban secara pribadi.

Hak Paralegal dalam Menjalankan Tugas

Meskipun memiliki batasan wewenang, Paralegal memiliki hak-hak tertentu untuk memastikan mereka dapat menjalankan tugasnya secara efektif dalam membantu masyarakat yang sedang mencari keadilan. Hak-hak ini diatur untuk mendukung kelancaran pemberian bantuan hukum.

Paralegal berhak mendapatkan akses informasi terkait kasus yang sedang ditangani, sejauh informasi tersebut relevan dan tidak melanggar rahasia negara. Lebih detail, hak-hak Paralegal sendiri diatur dalam Pasal 3 ayat 1 Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2021 sebagai berikut:

  1. Mendapatkan peningkatan kapasitas terkait dengan pemberian bantuan hukum; dan
  2. Mendapatkan jaminan perlindungan hukum, keamanan dan keselamatan dalam menjalankan pemberian bantuan hukum..

Kewajiban dan Kode Etik Paralegal

Etika profesi adalah pedoman penting dalam menjalankan tugas bagi setiap profesi, termasuk paralegal. Kewajiban utama seorang paralegal adalah menjaga kerahasiaan data klien dan memberikan informasi hukum yang akurat serta tidak menyesatkan.

Seorang Paralegal dilarang memberikan pembelaan untuk klien atau Tersangka di depan Majelis Hakim. Hal ini berkesesuaian dengan batasan wewenang seorang Paralegal. Seorang Paralegal hanya berwenang mendampingi klien di luar persidangan atau non-litigasi.

Paralegal wajib bersikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab kepada organisasi yang menaunginya. Mereka harus menghindari konflik kepentingan, di mana kepentingan pribadi atau pihak ketiga tidak boleh mempengaruhi objektivitas bantuan hukum.

Pasal 3 ayat 2 Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2021 menyebutkan bahwa dalam memberikan bantuan hukum, paralegal wajib melaksanakan bantuan hukum dan pelayanan hukum berdasarkan penugasan dari pemberi bantuan hukum sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan standar layanan bantuan hukum.

Sanksi Malapraktik bagi Paralegal

Dalam dunia profesi sering kali terjadi kesalahan, dan dalam konteks profesi bidang hukum kesalahan kecil dapat memberikan dampak yang fatal bagi klien berupa kerugian materiil maupun immateriil.

Malapraktik dalam lingkup paralegal biasanya terjadi ketika mereka melampaui batas wewenang, seperti memberikan janji palsu atau memanipulasi dokumen hukum. Tindakan tersebut tidak hanya mencoreng reputasi lembaga bantuan hukum yang menaunginya, tetapi juga dapat berimplikasi pada sanksi administratif hingga pidana.

Sanksi bagi paralegal bervariasi, mulai dari teguran lisan hingga pemecatan dari organisasi bantuan hukum. Tujuan pemberian sanksi ini adalah menjaga integritas profesi dan memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat agar tidak memakai jasa Paralegal yang bekerja tidak sesuai dengan ketentuan hukum.

Untuk meminimalisir risiko malapraktek, edukasi berkelanjutan dan supervisi oleh advokat senior menjadi instrumen pencegahan yang paling efektif di lapangan. Dengan pengawasan yang konsisten, paralegal dapat tetap menjalankan fungsinya sebagai jembatan keadilan tanpa harus terjerat masalah hukum akibat kelalaian prosedur.

Mau jadi bagian yang berperan menjadi seorang Paralegal? cek daftar kelas pelatihan dan sertifikasi paralegal di kawanlegal.id

 

Author

Ditulis oleh Debby Andi Maria, SH., MH., CCD

Debby adalah seorang profesional di bidang hukum yang memiliki pengalaman profesional sebagai Legal Officer di YEC (Yureka Education Center) sejak 2021. Ia merupakan lulusan Magister Hukum (MH) dari Universitas Gadjah Mada dengan fokus pada Hukum Bisnis. Kompetensi profesionalnya diperkuat dengan kepemilikan sertifikasi Perancang Kontrak (CCD) dan telah menempuh Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

Scroll to Top