Blog > OSS

Panduan Memilih KBLI 2025 Sebagai KBLI Terbaru

Apakah anda salah satu Pelaku Usaha yang memulai kegiatan usaha hanya berfokus pada produk dan pemasaran? Namun terdapat hal penting yang tak jarang kurang diperhatikan. Hal tersebut adalah pemilihan Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia (KBLI). 

Pelaku usaha ketika hendak memperoleh NIB melalui sistem OSS RBA akan diminta memilih KBLI untuk mengklasifikasikan Kegiatan Usaha yang akan dijalankan.

Untuk itu, Pelaku Usaha harus memahami betul apa itu KBLI dan cara memilihnya. Hal ini bertujuan agar KBLI yang dipilih sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan secara nyata. Dalam artikel ini kita akan membahas terkait KBLI, khususnya cara memilih KBLI.

Baca juga : Atasi NIB tidak ditemukan di OSS RBA

Mengenal KBLI 5 Digit

Pemerintah telah menerbitkan KBLI 2025 melalui BPS sebagai pembaruan atas KBLI 2020. Tujuannya adalah memastikan klasifikasi usaha tetap relevan dengan dinamika ekonomi terkini, model bisnis baru dan menjaga keterbandingan data Indonesia dengan standar internasional.

KBLI atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia adalah sistem pengelompokan usaha. Kode 5 digit menunjukkan jenis kegiatan usaha secara spesifik. Semakin tepat kodenya, semakin akurat legalitas usaha Anda.

Mengapa harus 5 digit, bukan 2 atau 3 digit saja? Karena di level inilah pemerintah membaca detail aktivitas bisnis Anda. Mulai dari jenis jasa, proses produksi, hingga model operasional. Sehingga sistem dapat menentukan tingkat risiko kegiatan usaha

KBLI 5 digit menjadi dasar penentuan perizinan di OSS RBA. Kode tersebut menentukan apakah usaha Anda berisiko rendah, menengah, atau tinggi. Satu digit keliru bisa berdampak panjang ke belakang.

Cara Menentukan Kode KBLI

Kemudian, bagaimana cara memilih KBLI yang benar? Riset KBLI bukan sekadar menebak atau ikut-ikutan usaha lain. Pemilihan KBLI perlu pemahaman aktivitas bisnis secara menyeluruh. Tujuannya agar KBLI yang dipilih sesuai dengan Kegiatan Usaha yang dijalankan.

Langkah pertama adalah memetakan kegiatan usaha utama. Apa yang benar-benar Anda lakukan untuk menghasilkan pendapatan? Bukan sekadar nama usaha, tetapi kegiatan inti untuk mendapatkan keuntungan atau penghasilan.

Selanjutnya, identifikasi aktivitas pendukung yang signifikan. Apakah ada jasa tambahan, produksi sampingan, atau distribusi mandiri? Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi pemilihan KBLI.

Setelah itu, telusuri daftar KBLI resmi dari BPS atau OSS. Baca deskripsi setiap kode, jangan hanya tertuju pada judul KBLI. Seringkali, perbedaan satu kalimat bahkan kata dapat menimbulkan ketidakcocokan.

Bandingkan beberapa kode yang mirip. Tanyakan pada diri Anda: mana yang paling mendekati realita usaha? Bukan yang “paling mudah”, tetapi yang “paling sesuai”.

Jika masih ragu, simulasi dampaknya di OSS RBA. Lihat jenis perizinan yang muncul dari masing-masing KBLI. Dari sana, Anda bisa menilai konsekuensi jangka panjang dari KBLI tersebut.

Contoh KBLI Populer

Terdapat beberapa KBLI 2025 yang menjadi favorit karena banyak digunakan Pelaku Usaha. Yang berarti banyak Pelaku Usaha yang menjalankan kegiatan usaha yang sama. Berikut ini beberapa contoh KBLI populer: 

  1. KBLI 47901 yang berjudul Platform Digital Intermediasi Perdagangan Eceran. KBLI tersebut muncul sebagai pemecahan KBLI 63122 pada KBLI 2020 yang berjudul Portal Web/Platform Digital dengan Tujuan komersial. Pemecahan tersebut bertujuan untuk membedakan antara penyelenggara situs web umum dengan penyelenggara situs web dengan tujuan komersial secara lebih spesifik;
  2. KBLI 56100 yang sering dipilih untuk kegiatan usaha restoran. Namun untuk KBLI ini tidak untuk semua kegiatan usaha sektor kuliner. Kode KBLI ini merupakan salah satu kode KBLI 2025 yang tidak mengalami perubahan sejak KBLI 2020;
  3. KBLI 85495 yang berjudul Pendidikan Bimbingan Belajar Melalui Platform Digital. Fokus KBLI tersebut adalah pendidikan bimbingan belajar yang berbasis teknologi. KBLI tersebut pada KBLI 2020 adalah 85499 yang berjudul Pendidikan Lainnya Pemerintah/Swasta;
  4. KBLI 59116 berjudul Aktivitas Pembuatan Konten Video/Podcast. Pada KBLI 2020 banyak kreator yang kebingungan dalam memilih antara KBLI 73100 berjudul Periklanan atau 63990 berjudul Jasa Informasi Lainnya. Hadirnya KBLI itu tersebut menjadi solusi bagi kreator video dalam menentukan KBLI;
  5. Adapun perubahan KBLI tentang Produksi Tanpa Pabrik. Bukan hanya kode, KBLI ini juga mengalami perubahan kategori. Pada KBLI 2020 KBLI Produksi Tanpa Pabrik masuk ke dalam Kategori G (Perdagangan). Sedangkan pada KBLI, Produksi Tanpa Pabrik masuk ke dalam kategori C (Industri Pengolahan).

Meski demikian, populer tidak selalu berarti paling tepat. Setiap kegiatan usaha yang dijalani atau hendak dijalani memiliki karakter masing-masing sesuai deskripsi KBLI yang perlu dicermati. Contoh KBLI di atas menunjukan hal penting bahwa KBLI bukan soal tren, melainkan soal kesesuaian. 

Dampak Salah Memilih KBLI

Seringkali pemilihan KBLI dianggap sekedar formalitas. Masih banyak Pelaku Usaha yang memilih KBLI secara terburu-buru dan memilih KBLI hanya berdasarkan kemiripan dengan kegiatan usaha. Tanpa disadari di balik 5 digit angka tersebut dapat menimbulkan konsekuensi hukum dan operasional yang serius.

Pada tahap awal menjalankan kegiatan usaha mungkin dampak salah memilih KBLI masih belum terasa. NIB tetap dapat terbit, usaha tetap berjalan dan transaksi tetap terjadi. Namun permasalahan justru sering muncul ketika usaha mulai berkembang dan berhadapan dengan sistem yang lebih kompleks.

Berikut ini adalah dampak-dampak yang dapat muncul ketika salah memilih KBLI:

  • Izin Tidak Sesuai dengan Kegiatan Usaha

Dampak paling umum dari salah memilih KBLI adalah izin yang tidak mencerminkan aktivitas sebenarnya. Sistem OSS RBA menentukan perizinan berdasarkan KBLI yang dipilih. Jika KBLI tidak tepat, maka izin yang terbit pun tidak relevan.

Akibatnya, pelaku usaha bisa dianggap menjalankan kegiatan di luar izin ketika terjadi pemeriksaan atau pengawasan. Kondisi ini berisiko dikenai teguran, pembekuan, bahkan pencabutan izin.

  • Hambatan dalam Akses Pembiayaan dan Kerja Sama

Calon investor atau  mitra bisnis akan sangat memperhatikan legalitas usaha. Mereka tidak hanya melihat NIB, tetapi juga kesesuaian KBLI dengan model bisnis. Ketidaksesuaian ini dapat menurunkan tingkat kepercayaan mitra bisnis untuk menanamkan investasi di Perusahaan tersebut.

  • Kewajiban dan Risiko Hukum yang Tidak Disadari

Setiap KBLI membawa konsekuensi kewajiban yang berbeda. Mulai dari sertifikat standar, izin lingkungan, hingga kewajiban pelaporan. Salah memilih KBLI bisa membuat pelaku usaha lalai memenuhi kewajiban yang seharusnya.

Bahkan dalam kondisi tertentu, usaha justru dikenakan kewajiban yang sebenarnya tidak relevan. Hal ini menambah beban administrasi dan biaya yang tidak perlu. 

  • Kesulitan Saat Pengembangan Usaha

Ketika usaha ingin naik kelas dengan membuka cabang, menambah kegiatan, atau mengurus izin lanjutan maka KBLI menjadi titik awal. KBLI yang keliru sering memaksa pelaku usaha melakukan perubahan data yang kompleks. Proses ini tidak selalu cepat dan bisa mengganggu operasional.

Apabila anda memiliki kesulitan dalam menentukan KBLI untuk kegiatan usaha, Anda dapat berkonsultasi dengan tim ahli kami untuk memberikan saran, arahan, bahkan solusi. Cukup klik link ini (link)

Ketika Anda sudah memiliki NIB dan memilih KBLI, Anda sebagai Pelaku Usaha memiliki kewajiban membuat Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Untuk memudahkan Anda dalam membuat LKPM Anda dapat membaca artikel Cara Membuat Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui OSS RBA.

 

Author

Ditulis oleh Debby Andi Maria, SH., MH., CCD

Debby adalah seorang profesional di bidang hukum yang memiliki pengalaman profesional sebagai Legal Officer di YEC (Yureka Education Center) sejak 2021. Ia merupakan lulusan Magister Hukum (MH) dari Universitas Gadjah Mada dengan fokus pada Hukum Bisnis. Kompetensi profesionalnya diperkuat dengan kepemilikan sertifikasi Perancang Kontrak (CCD) dan telah menempuh Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

Scroll to Top