Blog > Paralegal

Pendidikan (Diklat) Menjadi Paralegal Profesional

Apakah Anda tertarik menjalani profesi sebagai Paralegal? Untuk menjadi Paralegal Anda harus mengikuti pendidikan Paralegal. Dalam artikel ini kami akan membahas terkait pendidikan Paralegal sebagai langkah awal untuk dapat menjadi seorang Paralegal.

Hukum kerap dianggap sebagai hal yang rumit khususnya oleh masyarakat kelas bawah yang ingin mencari keadilan.Dalam hal ini peran seorang Paralegal muncul sebagai garda terdepan dalam memberikan bantuan hukum non-litigasi.

Menjadi Paralegal bukan hanya sekedar pekerjaan, profesi ini berdedikasi untuk membantu sesama khususnya dalam memperoleh hak-hak hukumnya. Tujuannya adalah menghindarkan masyarakat kelas bawah dan buta hukum dari kesewenang-wenangan.

Paralegal sendiri sudah diakui negara melalui Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2021 tentang Paralegal dalam Pemberian Bantuan Hukum. Peraturan tersebut menjadi payung hukum yang kuat bagi siapa saja yang ingin menjadi Paralegal.

Syarat Mengikuti Pendidikan Paralegal

Untuk menjadi Paralegal, Anda perlu memahami kualifikasi dasar yang ditetapkan Pemerintah dan lembaga penyelenggara pendidikan. Syarat utama yang mutlak adalah Anda harus berkewarganegaraan Indonesia dan minimal berusia 18 tahun saat mendaftar.

Pada Pasal 4 Permenkumham No. 3 Tahun 2021 diatur mengenai syarat untuk dapat direkrut menjadi Paralegal. Pasal tersebut seringkali dijadikan acuan penyelenggara Pendidikan Paralegal untuk persyaratan mengikuti Pendidikan Paralegal. Syarat tersebut adalah meliputi:

  1. Warga negara Indonesia;
  2. Berusia paling rendah 18 tahun;
  3. Memilih kemampuan membaca dan menulis;
  4. Bukan anggota Tentara Nasional Indonesia, Polisi Republik Indonesia, atau Aparatur Sipil Negara; dan
  5. Memenuhi syarat lain yang ditentukan oleh Pemberi Bantuan Hukum dan tidak bertentangan dengan peraturan Perundang-undangan.

Meskipun dalam persyaratan tidak mencantumkan harus Sarjana Hukum, seorang Paralegal tetap harus memiliki integritas dan pemahaman Hukum yang baik. Tujuannya agar dapat memberikan layanan atau bantuan hukum dengan tepat kepada klien.

Materi Dasar Pendidikan Paralegal

Selama menjalani Pendidikan sebagai Paralegal para peserta akan dibekali 3 pilar utama yang dapat menjadi pondasi utama ketika terjun ke lapangan. Pertama adalah Hukum Pidana, di mana peserta akan belajar mengenai perbuatan pelanggaran dan kejahatan yang merugikan masyarakat umum.

Kedua, peserta akan mempelajari terkait Hukum Perdata, dimana peserta pendidikan akan belajar mengenai sengketa, waris, bahkan kontrak. Materi hukum perdata akan menjadi salah satu kunci utama ketika Paralegal membantu dalam penyusunan dokumen hukum sederhana seperti surat gugatan.

Ketiga, materi Hukum Tata Negara yang akan memberikan wawasan mengenai struktur, fungsi dan hubungan lembaga negara serta hak dan kewajiban negara. Peserta akan belajar bagaimana sistem birokrasi bekerja dan bagaimana melindungi masyarakat dari penyalahgunaan wewenang.

Pembelajaran Terkait Teknik Non-Litigasi

Paralegal tidak memiliki wewenang seperti Advokat untuk penyelesaian perkara litigasi atau melalui persidangan. Paralegal memiliki ruang lingkup kerja penyelesaian perkara di luar persidangan atau non-litigasi.

Mengacu pada ruang lingkup kerja tersebut, seorang Paralegal harus memiliki kemampuan untuk negosiasi. Teknik negosiasi dapat membantu Paralegal menemukan titik temu di antara para pihak yang bersengketa dan merumuskan solusi yang saling menguntungkan bagi para pihak.

Selain negosiasi, seorang Paralegal juga harus menguasai teknik mediasi. Paralegal sebagai mediator harus bersifat netral dan objektif. Tujuannya adalah membantu para pihak mencapai kesepakatan perdamaian tanpa harus menghabiskan waktu dan biaya di pengadilan.

Durasi dan Biaya Pendidikan Paralegal

Pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai biaya investasi waktu dan materi yang harus disiapkan oleh calon peserta. Umumnya pelatihan Paralegal berlangsung selama 3 hingga 5 hari secara intensif. Durasi tersebut mencakup penyampaian materi serta praktik simulasi kasus.

Untuk biaya pendidikan Paralegal, nominalnya bervariasi tergantung lembaga yang menyelenggarakan dan fasilitas yang diterima peserta selama menjalani proses pendidikan. Rata-rata biaya pelatihan Paralegal antara Rp. 1.000.000 hingga Rp. 3.500.000, mencakup modul, sertifikat dan fasilitas penunjang lainnya.

Tips Memilih Lembaga Pendidikan Terakreditasi BPHN

Menentukan tempat pendidikan merupakan langkah awal yang krusial karena sertifikat Paralegal yang sah harus diterbitkan oleh lembaga yang sudah diakui oleh negara. Pastikan lembaga tersebut telah terakreditasi oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM.

Sebuah sertifikat Paralegal yang memiliki kekuatan hukum bagi Paralegal untuk berpraktek adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga yang sudah terakreditasi. Pilihlah lembaga yang memiliki rekam jejak yang baik dan mentor yang terdiri dari praktisi hukum senior berpengalaman.

Apabila Anda ingin menjalani profesi sebagai Paralegal dan ingin mengikuti pendidikan Paralegal, kami menjalin kerja sama dengan Organisasi Bantuan Hukum terakreditasi untuk menyelenggarakan pendidikan Paralegal, Anda dapat mendaftar melalui (link)

Paralegal adalah garda terdepan untuk masyarakat, khususnya masyarakat kelas bawah yang hendak mencari keadilan. Namun demikian, Paralegal memiliki batasan dalam menjalankan tugasnya. Untuk memahami hal tersebut baca artikelĀ Mengenal Batasan, Perlindungan, Hak dan Kewajiban Seorang Paralegal.

Author

Ditulis oleh Debby Andi Maria, SH., MH., CCD

Debby adalah seorang profesional di bidang hukum yang memiliki pengalaman profesional sebagai Legal Officer di YEC (Yureka Education Center) sejak 2021. Ia merupakan lulusan Magister Hukum (MH) dari Universitas Gadjah Mada dengan fokus pada Hukum Bisnis. Kompetensi profesionalnya diperkuat dengan kepemilikan sertifikasi Perancang Kontrak (CCD) dan telah menempuh Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

Scroll to Top